Minggu, 23 Maret 2008

Tegakkan Kejujuran dan Berhenti Berbohong

Tegakkan Kejujuran dan Berhenti Berbohong
Semasa Rasulullah SAW masih hidup, seorang sahabat bertanya, ''Mungkinkahseorang Mukmin itu pengecut?''''Mungkin,'' jawab Rasulullah.''Mungkinkah seorang Mukmin itu bakhil (kikir)?''''Mungkin,'' lanjut Rasulullah.''Mungkinkah seorang Mukmin itu pembohong?''Rasulullah SAW menjawab, ''Tidak!''Ulama besar dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Sayid Sabiq (almarhum) ketikamenukilkan hadis ini dalam bukunya Islamuna menjelaskan bahwa iman dan kebiasaanbohong tidak bisa berkumpul dalam hati seorang Mukmin. Rasulullah SAW berwasiatagar umat Islam memiliki sifat jujur dan menjauhi sifat pembohong. Sebab, Islamtidak akan tumbuh dan berdiri kokoh dalam pribadi yang tidak jujur.Kita baca sejarah pribadi besar Nabi Muhammad SAW, selama 40 tahun beliaumenjadi pribadi yang jujur lebih dulu, hingga digelari Al-Amin, baru kemudiandiangkat menjadi utusan Allah untuk mengajarkan Islam kepada umat manusia. SabdaRasulullah, ''Berpegang-teguhlah dengan kebiasaan berkata benar. Sesungguhnyaberkata benar mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan kesurga. Seseorang yang selalu berkata benar, maka ia akan ditulis di sisi Allahsebagai orang yang benar. Dan, jauhilah kebohongan. Sesungguhnya kebohonganmengantarkan kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan ke neraka. Seseorangyang biasa berbohong, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai pembohong.''(HR Bukhari-Muslim).Bohong dengan kata atau perbuatan merupakan salah satu tanda-tanda nifaq(kemunafikan). Islam memandang kebohongan adalah induk dari berbagai dosa dankerusakan dalam masyarakat. Krisis multidimensi yang melanda negara kitabermuara pada krisis akhlak. Salah satu bentuk krisis akhlak yang berdampak luasialah krisis kejujuran. Krisis kejujuran menyuburkan praktik korupsi yangmenggerogoti sendi-sendi kebangsaan. Karena kepandaian membohongi dan membuatlingkaran kebohongan, maka sebagian besar perbuatan korupsi, kolusi, suap, danpungli sulit pembuktiannya. Kebohongan dapat membuat campur aduknya hal yang haqdan yang bathil. Sesuatu yang bathil seolah tampak sebagai kebenaran karenakepandaian membuat rekayasa dan kamuflase.Upaya memberantas korupsi, kolusi, suap, dan pungli takkan membawa hasil yangberarti tanpa diikuti kejujuran dalam penegakan hukum. Jika mau membersihkanmoral birokrasi kita, maka yang pertama harus dilakukan ialah membangun kulturkejujuran, hingga setiap orang merasa malu melakukan kebohongan apa pun. Marikita tegakkan kejujuran dan berhenti berbohong. Kejujuran tidak cukup sekadarslogan, tapi harus menjadi karakter dan kultur masyarakat. Sistem pemerintahanyang bersih dan transparan hanya dapat terwujud kalau para pemimpin dan segenapelemen bangsa konsisten dengan prinsip kejujuran. Katakan yang benar adalahbenar dan yang salah adalah salah. * (M. Fuad Nasar)

Kejujuran

Inti dari suatu agama adalah Iman. Manuasia tidak bisa mengaku punya agama kalau tidak ada iman. Dalam Islam ada rukun iman, yang pertama adalah iman kepada Allah SWT. Iman tidak sekedar percaya bahwa Allah itu ada. Tetapi juga harus yakin bahwa Allah itu maha segalanya, maha kuasa, maha adil, maha bijaksana, maha melihat dan maha-maha lainnya. Allah maha melihat, tidak hanya melihat apa yang kita lakukan, bahkan juga melihat apa yang kita pikirkan. Allah dapat melihat apakah kita berlaku jujur atau tidak jujur, baik itu jujur terhadap diri kita sendiri, jujur kepada orang lain maupun jujur kepada Allah. Kalau tidak berbuat ketidak jujuran yang tidak seorangpun melihatnya, tetapi Allah tetap melihatnya. Kalau kita berbuat maksiat, korupsi misalnya, walaupun tidak ada seorangpun yang melihatnya, tetapi Allah tetap melihat. Kalau orang berbuat korupsi, dan tidak tajut kalau dilihat oleh Allah atau bahkan tidak percaya kalau dilihat oleh allah, berarti orang itu sebenarnya tidak beriman. Walaupun dia nampaknya orang itu rajin beribadah, kalau tidak ada iman sebenarnya orang itu tidak beragam, karena inti dari agama.

Inti dari segala permasalahan di Indonesia ini adalah ketidak jujuran. Kejujuran sudah merupakan barang langka di Indonesia. Kita dapat jumpai perilaku bangsa ini penuh ketidak jujuran. Tidak akan pernah ada korupsi jika masih ada kejujuran yang bersemayam dihati orang2 itu. Hampir setiap hari kita lihat di TV, pejabat yang ditangkap, diadili, dihukum, tetapim tidak membuat jera yang lain. Bahkan departemen Agamapun yang seharusnya tempat orang2 beriman, juru dakwah dan lain2 pernah dapat predikat departemen terkorup. Na'udzubillahi min dzalik. Kejujuran sangat berhubungan erat dengan keimanan. Kejujuran adalah landasan keimanan dan sekaligus sebagai refleksi dari keimanan. Bagaimana kita bisa mengatakan orang itu beriman, kalau kekujuran dalam hatinya tidak ada.

Orang yang beriman pasti takut akan siksaan Allah di hari akhir. Kalau ada orang yang menganggap tidak akan ada siksaan dihari akhir, tentu saja dengan mudah kita simpulkan orang itu tidak beriman.